cpanel vs plesk

cPanel vs Plesk, Pilih Mana?

Salah satu fitur terpenting dari layanan hosting adalah panel kontrol – sebuah tool yang memungkinkan mengelola situs web dengan mudah melalui tampilan GUI. Sementara ada banyak panel kontrol yang tersedia, dua yang paling populer adalah Plesk dan cPanel. Mereka bagaikan Android dan Apple di pasar panel kontrol hosting, namun pada dasarnya mereka berada dalam satu kepemilikan setelah kedua panel kontrol ini di akuisisi oleh Oakley Capital, sebuah perusahaan investasi yang bermarkas di London.
Dalam artikel ini, saya akan membandingkan kedua panel kontrol tersebut sehingga jika anda dihadapkan pada pilihan seperti diatas, anda dapat membuat keputusan yang lebih tepat.

Sejarah cPanel & Plesk

Awalnya diperkenalkan pada tahun 1996, cPanel adalah platform yang sangat digemari yang digunakan di jutaan situs web dan sering kali disertakan dalam banyak paket hosting Linux, baik itu paket shared hosting, VPS ataupun Dedicated Server. Bagi mereka yang memiliki akses ke server, cPanel hadir bersama dengan WHM (Web Host Manager) yang bertindak sebagai antarmuka administrasi server. Semua jenis lisensi cPanel, baik untuk VPS atau Dedicated Server, bisa digunakan untuk jumlah domain tidak terbatas. Namun pada 27 Juni 2019, manajamen cPanel melakukan perubahan harga dan jumlah domain, yang terbagi menjadi beberapa lisensi, yang mereka sebut dengan “Account Based Pricing”, harga tergantung dari jumlah domain.

Sedang Plesk diluncurkan pada tahun 2001 dan, seperti cPanel, telah menjadi kekuatan dominan di pasar panel kontrol hosting. Versi terbaru, Plesk Onyx dan Obsidian,  memiliki lebih dari 100 ekstensi, tersedia dalam tiga versi; Web Admin, Web Pro dan versi khusus Web Host yang memiliki jumlah domain tidak terbatas.

Kompatibilitas OS

cPanel dikembangkan untuk bekerja pada server Linux dan saat ini tidak kompatibel dengan Windows. Hanya kompatibel dengan distro CentOS, CloudLinux dan RedHat Linux.

Sedangkan Plesk dapat berjalan di pilihan OS yang lebih banyak, di Windows dan  Linux; termasuk Debian, Ubuntu, CentOS, Red Hat Linux dan CloudLinux.

Antarmuka Pengguna

Keduanya menawarkan panel kontrol yang sangat mudah dinavigasi, antarmuka Plesk lebih sesuai dengan layout yang kebanyakan orang terbiasa memakai. Sangat mirip dengan panel admin WordPress, memiliki menu utama di sisi kiri dan ketika item dipilih, isinya muncul di panel utama. Fitur-fitur konfigurasi lanjutan terletak di sisi kanan layar. Untuk kemudahan penggunaan, ikon digunakan untuk masing-masing fitur utama.

Antarmuka cPanel ditata berbeda. Menu sebelah kiri tidak ada dan sebagai gantinya, fitur dikelompokkan menjadi beberapa bagian yang diakses dengan menggulir (scrolling) ke bawah. Seperti Plesk, setiap fitur memiliki ikon untuk membantu Anda mengidentifikasinya. Antarmuka cPanel juga memiliki beberapa opsi penyesuaian untuk mempermudah pencarian.

Tentang pengaturan fitur, cPanel mengelompokkan fungsinya di bawah judul preferensi, email, file, log, keamanan, domain, database dan layanan perangkat lunak. Sedangkan Plesk membagi fungsinya ke dalam berbagai bidang seperti penggunaan statistik dan sumber daya, pengguna, email , situs web dan domain, aplikasi, dan statistik. Anehnya, panel kontrol WHM, yang terpisah dengan cPanel, memiliki antarmuka standar dengan menu sebelah kiri. Dalam pengertian ini, itu lebih seperti Plesk, daripada cPanel.

Plesk dan cPanel memungkinkan pengguna untuk memiliki akses baris perintah (command line interface/CLI). cPanel menyediakan CLI dan akses API, yang memungkinkan interaksi dengan aplikasi pihak ketiga. Akses CLI dari Plesk hadir dengan nama yang tidak ringkas, “Panel Action Log Command Line Access Tool”.

Performa

Pengembang cPanel telah bekerja keras untuk meningkatkan performa selama bertahun-tahun, dan hasilnya kecepatan loading tampilan cPanel sekarang lebih meningkat. Ini dapat dicapai melalui pengurangan jumlah RAM yang dibutuhkan cPanel, yang berarti proses loading halaman, pembuatan akun dan operasi lainnya menjadi lebih cepat.

Fitur dan Alat

Ada standar pengaturan server dan tugas pengelolaan akun yang dibutuhkan setiap pengguna, dan anda akan menemukan bahwa baik Plesk dan cPanel memungkinkan pengguna untuk melakukan hal ini. Misalnya, keduanya dapat digunakan untuk:

– Instalasi aplikasi
– Menjadwalkan backup
– Manajemen database
– Menjalankan FTP
– Mengkonfigurasi pengaturan DNS
– Mengelola akun email
– Log server
– Laporan sumber daya (mis. ketersediaan, penyimpanan, dan bandwidth)
– Mengelola akun pengguna
– Data lalu lintas dan analitik
– Manajemen file

Plesk dilengkapi dengan dukungan untuk berbagai aplikasi dan ekstensi yang lebih luas, namun cPanel juga memungkinkan banyak aplikasi ditambahkan.

Fitur Keamanan Web

Saat ini keamanan web sangat penting, baik cPanel dan Plesk menyediakan berbagai alat keamanan untuk melindungi pengguna. cPanel misalnya, menyematkan perangkat seperti pemblokiran alamat IP, instalasi otomatis sertifikat SSL dan direktori yang dilindungi kata sandi; sementara suite keamanan Plesk mencakup perangkat seperti integrasi direktori aktif, WAF, penyaringan spam masuk dan keluar untuk email dan pencegahan intrusi dengan fail2ban.

Manajemen via Seluler

Baik cPanel dan Plesk telah mengembangkan aplikasi smartphone yang memungkinkan anda untuk terhubung dengan dan mengelola server dan situs web saat anda sedang bepergian. Ada juga berbagai aplikasi pihak ketiga yang dapat anda gunakan.

Kesimpulan

cPanel dan Plesk sama-sama panel kontrol yang memudahkan untuk menjalankan server dan situs web. Dalam banyak kasus, pilihan anda mungkin dibatasi oleh sistem operasi atau paket hosting yang dipilih. Namun, jika anda memiliki pilihan, seperti dengan VPS atau Dedicated Server, maka anda bisa memilih menggunakan Plesk atau cPanel sesuai dengan budget anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *