Install EasyEngine pada Vultr IPv6 VPS

IPv6 VPS adalah VPS (Virtual Private Server) yang hanya memiliki alamat IP versi 6. Pada umumnya penyedia layanan VPS memberikan alamat IP versi 4 (IPv4), atau juga memberi keduanya; IPv4 dan IPv6. Tetapi ada beberapa penyedia VPS yang hanya memberikan alamat IP versi 6 saja (IPv6), contohnya Vultr.

Kelebihan VPS yang hanya mendapatkan IPv6 saja, salah satunya adalah di harga; bisa lebih murah. Namun, ada pula kekurangannya; yakni anda perlu cara ekstra untuk melakukan koneksi ke VPS tersebut, karena jarang sekali provider Internet yang jaringannya mengimplementasikan IPv6, akibatnya dipastikan susah melakukan koneksi ke VPS IPv6, karena jaringan IPv4 tidak saling terhubung dengan jaringan IPv6.
Akan tetapi bukan berarti kita tidak bisa mengakses VPS IPv6 tersebut, dengan sedikit cara, Insya Alloh kita bisa terkoneksi.

SKENARIO

Ada 2 cara yang sudah pernah saya coba untuk melakukan koneksi ke IPv6 VPS. Cara pertama adalah dengan menempelkan sementara IPv4 ke VPS, hanya digunakan agar kita bisa terhubung ke VPS dan melakukan instalasi EasyEngine. Setelah selesai instalasi & konfigurasi, IPv4 kita lepaskan kembali.  Cara ini memiliki kekurangan, yakni cukup ribet dan tidak efisien. Karena setiap melakukan update server, update plugin WordPress, install theme/plugin; anda harus menempelkan kembali alamat IPv4 tersebut.

Cara kedua yakni dengan membuat router seperti pfSense, dan meletakkannya di depan IPv6 VPS tadi (lihat topografi dibawah). Dengan begini, IPv6 VPS akan bisa melakukan koneksi ke jaringan IPv4 dengan melalui router. Keuntungan lain, kita dapat melakukan NAT, dengan melakukan port forward IPv4 router, agar bisa digunakan untuk melakukan koneksi SSH ke IPv6 VPS. Kekurangan dari skenario ini adalah, anda harus mengeluarkan ekstra biaya untuk membuat router ini. Seperti menyewa 2 VPS. Akan tetapi jika anda memiliki banyak IPv6 VPS, cara ini menurut saya cukup efektif.

Untuk tulisan kali ini, saya akan membahas skenario yang pertama dulu. Skenario kedua akan saya buat di tulisan terpisah.

Oh ya, agar webserver bisa diakses, kita akan menggunakan layanan dari CloudFlare, yang akan kita tempatkan sebagai reverse proxy. Keuntungan lain menggunakan CloudFlare, kita bisa install SSL gratis, CDN juga gratis, security, dan fitur lainnya yang jika anda butuhkan bisa diaktifkan. Untuk itu, nameserver domain anda harus menggunakan CloudFlare.

LANGKAH KONFIGURASI

Saya asumsikan anda sudah memiliki akun Vultr. Buat server “IPv6 Only” dengan OS Ubuntu versi 12.04, 14.04, 16.04 atau Debian versi 7 atau 8 (saat saya menulis artikel ini EasyEngine hanya mendukung OS dan versi tersebut saja).

NOTE: Jika anda berencana membuat IPv6 VPS dengan jumlah banyak, dan menggunakan skenario dua; ada baiknya anda mengaktifkan fitur private IP, dengan melakukan centang pada pilihan “Enable Private Networking”.

Jika status server sudah “Running”, klik Manage. Kemudian klik “Attach Reserved IP”. Untuk menempelkan alamat IPv4, klik “Add New Reserved IP”. Pada kolom Location, pilih lokasi sesuai dengan server yang tadi anda buat. Untuk Type, pilih IPv4. Dan untuk Label, silahkan isi terserah nama yang diinginkan. Lanjut klik Add. (lihat gambar dibawah ini)

Tambah IPv4

NOTE: Harga IPv4 ini adalah $3 per bulan, dengan minimum penggunaan 24 jam. Jadi kita akan menyewa selama 24 jam saja, atau butuh biaya sekitar $0.1 atau sekitar Rp. 1.500 saja. Jangan lupa setelah IP tidak dipakai, harus dilepas (released) agar tidak ada tagihan sewa IP ini lagi.

Langkah selanjutnya, klik ikon Manage IP (gambar pensil), pada pilihan “Attach to server”, pilih server yang baru saja kita buat, dan klik Attach.

IPv4 sudah kita tempelkan, tetapi secara manual harus kita setting di server, tidak secara otomatis menempel ke server. Untuk itu, klik ikon View Console (gambar ikon seperti monitor) di halaman server yang kita buat tadi. Contoh tampilan seperti ini:

View Console

Silahkan login dulu ke server anda. Kemudian ganti ip dengan command berikut ini.
Untuk Ubuntu 16.x, tambahkan baris berikut di /etc/network/interface :

konfigurasi ipv4

Address diisi alamat IPv4 yang tadi kita “attach”, netmask bisa dilihat di detail IPv4, dan untuk gateway, biasanya Vultr menggunakan akhiran IP xxx.xxx.xxx.1 sebagai getaway. Misal diatas IPv4 saya 139.180.214.238, maka gatewaynya adalah 139.180.214.1

NOTE: Untuk Ubuntu versi lain, atau yang pakai Debian, silahkan lihat disini untuk contohnya.

Setelah selesai konfigurasi seperti diatas, jangan lupa restart networking dengan perintah sudo /etc/init.d/networking restart.

Sekarang coba akses SSH dengan IPv4 yang kita tempelkan tadi, jika berhasil terkoneksi, berarti konfigurasi IPv4 berhasil.

INSTALL EASYENGINE

Setelah koneksi SSH berhasil, sekarang kita bisa melakukan install EasyEngine seperti biasa. Untuk tutorialnya, sudah saya tulis sebelumnnya disini.

Tetapi ada sedikit konfigurasi Nginx yang harus kita ubah. Secara default konfigurasi Nginx dari EasyEngine hanya berjalan di alamat IPv4, untuk itu akan kita ubah agar berjalan di IPv6, dikarenakan VPS kita nantinya akan hanya memiliki IPv6.

Buat file baru di /var/www/namasitusanda.com/conf/nginx/ipv6.conf, dan masukkan konfigurasi berikut:

listen [::]:80;
server_name www.namasitusanda.com namasitusanda.com;

Simpan konfigurasi, kemudian restart Nginx dengan perintah sudo service nginx restart.

KONFIGURASI CLOUDFLARE

Agar website kita bisa diakses oleh semua jaringan, baik IPv4 ataupun IPv6; kita akan menggunakan layanan dari CloudFlare yang akan berperan sebagai terowongan penghubung (tunnel) antara IPv4 ke IPv6.

Pada halaman DNS, buat AAAA record, dan masukkan IPv6 server anda. Contoh lihat gambar dibawah.

dns records ipv6 vps

Klik Add Record, dan tes di browser, jika website bisa dibuka, berarti anda sudah berhasil!

PENUTUP

Pastikan semua konfigurasi website selesai anda lakukan; misal jika anda memakai WordPress, silahkan instal theme dan plugin yang dibutuhkan. Jika sudah ok semua, jangan lupa untuk mencopot (detach) IPv4 dari server anda, dan melakukan pelepasan (released).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.