Tutorial Instal EasyEngine v4 & Hasil Benchmark

Pada 22 November 2018, rtCamp selaku developer EasyEngine, telah merilis EasyEngine versi 4 yang memiliki struktur sangat berbeda dengan rilis-rilis sebelumnya. Sehingga pihak rtCamp merilis 2 versi, EasyEngine v4 dan WordOps. WordOps memiliki struktur yang sama dengan EasyEngine v3.

Beberapa perubahan yang ada di EasyEngine v4 adalah:

  1. Fitur email hosting sepenuhnya dihapus.
  2. Jumlah situs WordPress dibatasi 25 situs per mesin, untuk WordPress Multi Users tetap dihitung 1 situs.
  3. Untuk WordPress cache tidak menggunakan W3Total Cache atau plugin lainnya, namun hanya menggunakan satu cache, yakni Redis Cache.
  4. Ada beberapa perintah yang dihapus, ada juga yang diperbarui dan diganti, juga ada penambahan perintah baru.
  5. Kode PHP ditulis ulang oleh rtCamp, menggunakan WP-CLI sebagai framework.
  6. Menggunakan Docker untuk PHP, Nginx, MySQL, dll; beda dengan versi sebelumnya yang menggunakan cara tradisional di level OS.
  7. Menggunakan dua Nginx; satu sebagai web server, dan satunya sebagai reverse proxy.
  8. Redis tidak hanya melakukan Object Cache, tetapi juga full page caching.
  9. Tersedia fitur WordPress.com VIP Go

Struktur Filesystem EasyEngine v4

Secara default, semua situs akan diletakkan di /opt/easyengine/sites/.

Jadi misal domain.com, lokasi root filenya akan diletakkan di /opt/easyengine/sites/domain.com.

Berikut struktur filesystem pada situs PHP/Wordpress di EasyEngine v4:

.
|-- app
|-- htdocs
|__ wp-config.php
|-- config
|-- nginx
|-- php
|__ postfix
|-- docker-compose-admin.yml
|-- docker-compose.yml
|-- logs
|-- nginx
|__ php
|__ services
|-- postfix
|-- mariadb
|-- conf
|-- data
|__ logs

Requirement

Masih sama dengan v3, EasyEngine v4 ini hanya bisa berjalan di Ubuntu versi 12.04 , 14.04, 16.04, 18.04 dan Debian 7 & 8. Untuk tutorial ini saya menggunakan Ubuntu 18.04.

Juga anda membutuhkan VPS dengan minimal 1 GB RAM.

Instalasi

Pastikan terlebih dahulu, VPS Ubuntu sudah pada update terbaru dengan menjalankan perintah:

sudo apt-get update && sudo apt-get upgrade -y

Instal EasyEngine v4 dengan perintah:

wget -qO ee rt.cx/ee4 && sudo bash ee

Untuk membuat situs WordPress, cukup jalankan perintah:

sudo ee site create domainanda.com --type=wp --ssl=le --cache

Perintah diatas adalah menyuruh EasyEngine untuk membuat situs WordPress (–type=wp) dengan domain domainanda.com, sekaligus melakukan instalasi sertifikat SSL dari Lets Encrypt (–ssl=le), dan menggunakan Redis untuk melakukan caching (–cache).

NOTE: Pastikan domain anda sudah diarahkan ke alamat IP VPS anda sebelum mengeksekusi perintah diatas.

Jika sukses, akan muncul informasi situs WordPress anda, berikut informasi username, password, info database, dan lainnya (lihat gambar dibawah).

Instalasi EasyEngine v4 telah selesai, sekarang anda bisa login ke situs WordPress.

Benchmark

Untuk benchmark, saya akan menggunakan layanan dari LoadImpact, dengan konfigurasi test pertama 50 user dengan durasi 10 menit, dan test kedua dengan 100 user dan durasi 15 menit.

Sedang untuk WordPress, saya akan menggunakan theme dari WP Astra, dengan demo Product Landing Page. Untuk plugin ada Elementor Builder, Nginx Helper dan WP Redis.

Sedang untuk spek VPS, saya menggunakan layanan dari Hetzner, dengan spek VPS 1 CPU, 2 GB RAM dan 20 GB SSD.

Karena lokasi server saya berada di Nuremberg, Jerman; maka untuk test LoadImpact, saya menggunakan region Eropa, yakni Jerman dan UK.

Hasil Benchmark 1

Pada test pertama dengan 50 user dan durasi 10 menit; response time rata-rata 57.05 ms, dan 98396 rekues berhasil dibuat dengan rata-rata 164 rekues per detik.

Juga saya mencatat load CPU tertinggi adalah 1.53.

Hasil Benchmark 2

Pada test kedua dengan 100 user dan durasi 15 menit; response time rata-rata 108.81 ms, dan 280875 rekues berhasil dibuat dengan rata-rata 313 rekues per detik. Dan tercatat load CPU tertinggi adalah 1.94.

Demikian tutorial EasyEngine versi 4 dan hasil test benchmark, semoga bermanfaat.