UpdraftPlus: Solusi Mudah Backup dan Restore WordPress

Wajib Baca

Karaoke di Spotify, Mengapa Nggak?

Bagi penggemar karaoke, Spotify mungkin akan menjadi salah satu teman terbaik mereka. Karena Spotify telah mulai menguji...

Tutorial Instal Deluge Torrent di Ubuntu Server 18.04

Artikel ini akan menjelaskan tutorial instal Deluge Torrent di Ubuntu Server 18.04. Apa itu Deluge Torrent? Deluge Torrent adalah sebuah perangkat lunak BitTorrent yang ringan, gratis dan sumber terbuka (GPL3); yang tersedia untuk Linux, FreeBSD, Mac OS X dan Windows.

10 Tool Online Gratis untuk Memindai Keamanan Website

Salah satu pembicaraan paling tren di dunia IT adalah Keamanan Website. Apakah anda tahu, 96% aplikasi yang...
Ferdian Alfiantohttps://tuts.web.id
Ferdian Alfianto adalah seorang penggila dunia Internet, Mac Lover; suka menggunakan Wordpress, bereksperimen dengan Linux (terutama Debian dan Ubuntu), mengutak-atik pfSense router, senang bereksperimen dengan LEMP (Linux, Nginx, MariaDB, PHP) dan Redis. Anda bisa kontak saya disini.

UpdraftPlus menyederhanakan proses backup, restore dan migrasi situs berbasis WordPress. Ini adalah plugin backup WordPress terpopuler di dunia, dengan lebih dari dua juta lebih pemasangan aktif saat ini.

Proses backup WordPress dengan UpdraftPlus sangatlah mudah, cukup dengan 1 klik saja! Kita dapat memilih tujuan penyimpanan backup dengan mudah dan banyak pilihan, ada Dropbox, Google Drive, Amazon S3 (atau sejenis, misalnya Wasabi atau Kilat Storage), UpdraftVault, Rackspace Cloud, FTP, DreamObjects, Openstack Swift, dan bisa juga kirim ke email. Sedang untuk UpdraftPlus Premium (versi berbayar), ada tambahan pilihan penyimpanan, yakni Microsoft OneDrive, Microsoft Azure, Google Cloud Storage, Backblaze B2, SFTP, SCP, dan WebDAV. 

Pentingkah Melakukan Backup WordPress

WordPress sama halnya dengan CMS lainnya, rentan terhadap permasalahan seperti server crash, hacking, virus, plugin atau theme yang tidak diperbarui, dan hosting yang tidak aman. Jika ini menimpa situs WordPress kita, akan memakan waktu dan biaya untuk melakukan recovery, juga menurunkan reputasi situs WordPress tersebut.

Selain sistem keamanan web yang baik, sistem backup yang bagus dan mudah pun juga dibutuhkan. Jika hal-hal buruk diatas terjadi, situs WordPress (file-file situs dan databasenya) tetap aman, dan dapat di restore kapan saja, dengan cepat dan mudah pula.

Kita bisa melakukan backup WordPress secara manual, namun dengan UpdraftPlus proses backup akan dipermudah. Lebih cepat, mudah dan aman. Alihkan perhatian dan waktu anda ke hal-hal lain yang lebih produktif, biarkan proses backup kita serahkan ke UpdraftPlus.

Fitur-Fitur UpdraftPlus

Beberapa fitur-fitur UpdraftPlus adalah:

  • Bisa melakukan backup, sekaligus restore
  • Banyak pilihan tujuan backup
  • Kita bisa menjadwalkan backup secara otomatis
  • Cepat melakukan backup dan tidak memakan resource server terlalu besar
  • Bukan kaleng-kaleng, terbukti 2 juta lebih situs WordPress menggunakannya

Sedang untuk UpdraftPlus Premium, memiliki tambahan fitur, seperti:

  • Incremental backup; UpdraftPlus Premium hanya sekali melakukan full backup, selanjutnya akan melakukan backup secara bertingkat hanya pada perubahan saja. Ini bisa mengurangi resource server yang diapakai.
  • Mudah melakukan duplikat atau migrasi situs WordPress (dengan fitur Migrator).
  • Kompatibel dengan WordPress Multisite.
  • Bisa membackup file dan database situs non WordPress ke beberapa tujuan backup
  • Tambahan pilihan tujuan cloud (seperti OneDrive, BackBlaze, Azure, SFTP) dan beberapa tujuan lainnya.
  • Enkripsi database
  • Laporan tingkat lanjut
  • Mendukung WP-CLI
  • Dukungan langsung dari developer.

Untuk keperluan personal, UpdraftPlus sudah lebih dari cukup memenuhi kebutuhan kita untuk melakukan backup WordPress dengan baik.

Goal

Tutorial UpdraftPlus ini akan menuntun anda langkah demi langkah melakukan backup WordPress ke Google Drive dan melakukan restore jika kita ingin berpindah hosting atau jika situs WordPress anda rusak.

Requirement

Sebelum memulai, tentu saja kita harus memiliki situs WordPress yang sudah aktif dan bisa diakses dengan baik. Juga kita membutuhkan akun Gmail agar kita bisa menggunakan Google Drive untuk destinasi backup UpdraftPlus.

Langkah-langkah Backup

Silahkan login ke situs WordPress anda, dan navigasi ke menu “Plugins” dan klik “Add New” untuk memulai menginstal UpdraftPlus.

Pada kotak pencarian, masukan kata “UpdraftPlus”, dan klik tombol instal pada UpdraftPlus WordPress Backup Plugin by UpdraftPlus.com,David Anderson. Lihat gambar dibawah:

UpdraftPlus WordPress Backup Plugin by UpdraftPlus.com,David Anderson

Jangan lupa untuk mengaktifkan setelah selesai instal, dan klik “Settings” untuk mulai melakukan pengaturan UpdraftPlus.

Setting UpdraftPlus

Pilih Google Drive sebagai destinasi penyimpanan backup WordPress, kemudian scroll kebawah, dan klik “Save Changes”. Kemudian akan muncul pop-up seperti dibawah ini, yang berisi link untuk kita memasukkan username dan password akun Google agar UpdraftPlus bisa mengirimkan backup WordPress ke Google Drive. Klik link tersebut.

Masukkan username dan password akun Google kita, dan selanjutnya muncul tampilan konfirmasi yang menyatakan anda mengijinkan UpdraftPlus menggunakan Google Drive, klik tombol “Allow”.

Selanjutnya muncul tampilan halaman UpdraftPlus seperti ini, klik tombol “Complete Setup”.

Selanjutnya kita tes backup dengan melakukan full backup, klik tombol “Backup Now”. Selanjutnya akan muncul pilihan apa saja yang ingin anda backup.

Pilihan pertama adalah UpdraftPlus akan membackup database WordPress, biarkan tercentang kecuali anda tidak ingin mambackup database yang tentu saja tidak di rekomendasikan.

Pilihan kedua untuk membackup seluruh file WordPress, biarkan tercentang secara default. Pilihan ketiga adalah menyuruh UpdraftPlus mengirimkan file backup ke destinasi yang sebelumnya sudah kita tentukan, yakni Google Drive. Pilihan keempat, memungkinkan file backup hanya bisa di hapus secara manual, walaupun di pengaturan kita limit jumlah file backup. Biarkan opsi ini tidak tercentang, kita ingin file backup terhapus otomatis sesuai limit.

Selanjutnya klik tombol “Backup Now” untuk memulai proses backup. Tunggu proses backup selesai. Durasi proses ini tergantung jumlah file dan database WordPress. Semakin banyak file dan semakin besar database, maka UpdraftPlus akan membutuhkan waktu lebih lama. Akan ada konfirmasi jika proses backup selesai.

Jika proses backup sudah selesai, akan muncul file backup di bagian Existing Backups. Lihat contoh digambar berikut.

Pengaturan Backup Otomatis

Selanjutnya kita akan mengatur agar UpdraftPlus melakukan backup secara otomatis, secara berkala, sesuai pengaturan kita. Untuk itu, kita kembali ke pengaturan UpdraftPlus, dengan klik “Settings”, dan pada Files backup schedule (jadwal backup file) dan Databases backups schedule (jadwal backup database) pilih interval yang diinginkan, apakah harian (Daily) atau per mingguan (Weekly) dan seterusnya. Saya menganjurkan pilih harian.
Dan juga berapa file backup yang ingin disimpan, apakah 2 file backup saja, atau 7 file backup, atau jumlah lainnya. Saya menganjurkan 7 file backup.

Jangan lupa scroll kebawah untuk menyimpan pengaturan.

Restore

Jika dimana ingin pindah hosting, proses memindahkan situs WordPress sangat mudah menggunakan Updraftplus.

Proses awal adalah dengan menginstal WordPress terlebih dahulu, dan instal UpdraftPlus, proses migrasi bisa dilaksanakan dalam hitungan menit saja. Mudah, cepat nggak pake ribet.

Proses authentifikasi Google Drive juga sama seperti proses diatas. Setelah proses autentifikasi tersebut selesai, pada tab Backup/Restore, klik link “Rescan remote storage“.

Setelah proses scan selesai, akan muncul daftar file backup yang tersimpan di Google Drive. Pilih tanggal file backup yang di restore, dan klik tombol “Restore”.

Halaman selanjutnya akan muncul pilihan file apa saja yang ingin anda restore. Jika anda ingin restore keseluruhan situs WordPress, silahkan centang semua pilihan, dan klik “Next”.

Tunggu sesaat hingga proses download dan verifikasi file backup selesai, dan akan muncul notifikasi untuk konfirmasi proses restore. Jika ok semua, kilk tombol “Restore”.

Lamanya proses restore tergantung ukuran file backup. Jadi bersabar hingga proses restore selesai yang ditandai pemberitahuan seperti dibawah ini, kemudian klik “Return to Updraft configuration”.

Hapus direktori lama dengan klik tombol “Delete Old Directories” dan proses restore selesai!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terbaru

8 Pasword Manager Gratis Terbaik 2019

Password manager adalah sebuah aplikasi yang membantu kita membuat password yang baik dan kuat, menyimpannya dengan keamanan...

10 DNS Server Gratis, Aman, Cepat & Reliable 2019

Berikut adalah beberapa DNS server yang bisa anda pergunakan untuk mempercepat browsing, gratis, aman & reliable.

Karaoke di Spotify, Mengapa Nggak?

Bagi penggemar karaoke, Spotify mungkin akan menjadi salah satu teman terbaik mereka. Karena Spotify telah mulai menguji fitur baru di negara tertentu...

13 Tips Mudah Mengamankan Situs WordPress

Kepopuleran Wordpress adalah sebuah kesuksesan, namun tentu disertai konsekuensi. Lebih dari 34% situs dibuat menggunakan platform Wordpress, tentu saja ini berakibat situs...

11 Tempat Untuk Melihat Serangan Cyber Secara Real-Time

Adalah pemandangan yang cukup mengasyikkan memantau aktifitas serangan cyber secara real-time di seluruh dunia. Ribuan situs web diretas setiap hari karena adanya...

Artikel Lain Terkait: